Berita yang dihadirkan di http://pusatpelatihan.wordpress.com adalah
1. Berita Nasional
2. Berita Daerah Kepulauan Nias
3. Berita Khusus
Berita Khusus
Dibutuhkan saran, nasihat , informasi untuk penyembuhan penyakit kanker paru-paru dan kanker kelenjar getah bening
Adapun indikasi penyakit tersebut adalah :
1.Trombosit turun
2.Tidak kuat untuk duduk lama
3.Kaki tangan pucat
4.Telapak tangan, telapak kaki bengkak
Di halaman depan / pada tautan wordpress tersedia berbagai jejaring web yang bisa dijadikan sebagai refferensi untuk penyembuhan penyakit ini yakni :
Tautan Cancer Care : Keladi tikus
Tautan Cancer Care : Penjualan keladi tikus
Tautan Cancer Care : Pusat keladi tikus untuk kanker
Tautan Cancer Care : Tempat jual obat herbal
Untuk memudahkan pembaca , dibawah ini akan dihadirkan berbagai kilasan tulisan menyangkut kanker paru-paru dan kelenjar getah bening yang didapat sebagai hasil surfing di internet.
Jilid Satu
MENGENAL PENYAKIT KANKER
Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline).
Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasinya dan karakter dari keganasan dan apakah ada metastasis. Sebuah diagnosis yang menentukan biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi dan/atau radiasi.
Bila tak terawat, kebanyakan kanker menyebabkan kematian; kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok tembakau dapat menyebabkan banyak kanker dari faktor lingkungan lainnya.
Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa “ganas” (bersifat kanker) atau “jinak” (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis.
Kemungkinan tumor jinak menjadi ganas bisa saja tapi sangat jarang terjadi, biasanya pada Tumor yang sudah terlalu lama dan besar. Misalnya Fam (Fibroadenoma mamma), tumor jinak payudara bila dibiarkan bertahun-tahun ada yang berubah jadi ganas, ini dikenal sebagai Progressi, kira-kira hanya 0,5 % -1% saja
Courtessy of id.answers.yahoo.com
Jun,17
PERPADUAN KELADI TIKUS DAN HERBAL LAIN
Filed under Keladi Tikus on Jun 17th, 2009 by admin 2 Comments »
keladi tikus bisa juga di padukan dengan herbal lain, tergantung dari jenis kanker yasng diderita oleh pasien. beberapa tanaman obat tradisional yang bisa dijadikan alternatif untuk perpaduan adalah , kunir putih , benalu tea , sarang semut, rumput mutiara, mahkota dewa, tapak dara dan masih banyak lagi.
contoh untuk kanker yang berhubungan dengan organ kewanitaan, seperti kanker payudara, kanker rahim, kista, miom, bisa mengkonsumsi keladi tikus plus kunir putih.
Tidak hanya itu saja untuk mengoptimalkan pasien dalam pengobatan dengan keladi tikus disarankan juga untuk mengkonsumsi habbatussauda / jintan hitam. jintan hitam yang lebih baik adalah yang cair karena mudah diserap oleh tubuh. adapun jintan hitam banyak terdapat dipasar traditional biasanya masih beruba biji kecil2. konsumsinya harus dihancurkan dulu tidak boleh langsung ditelan karena tidak akan dapat diserap oleh tubuh.
Kanker Rahim sembuh dengan keladi tikus
Filed under Pengalaman & Kisah on Jun 3rd, 2009 by admin No Comments »
Salah satu pelanggan kami yang berasal dari Jember jawa timur menceritakan kisahnya.
dia di vonis oleh dokter mengidap kanker rahim stadium 3, dan harus segera di operasi, namun efeknya setelah di operasi dia tidak akan bisa punya anak dikarena sel kankernya menempel lekat di dinding rahim.
Dikarenakan takut pasien tersebut akhirnya mencari solusi pengobatan lain dan menemukan keladi tikus. Pasien mengkonsumsi keladi tikus dengan dosis 9 kapsul / hari selama kurang lebih 1 bulan, setelah itu dia periksa dilihat dari photo rongent sel kankernya sudah terpisah dari rahim akhirnya diadakan operasi kecil untuk mengambil sel kanker tersebut. 2 minggu pasca operasi pasien kembali mengkonsumsi keladi tikus untuk pemulihan. dan sampai sekarang keadaan pasien sehat wal afiat.
Satu lagi pengobatan ajaib dari alam
Filed under Keladi Tikus on Jun 3rd, 2009 by admin No Comments »
Selama ini kanker masih menjadi istilah medis yang menakutkan bagi sebagian orang, namun saat ini kanker bukanlah penyakit tanpa obat. Seperti halnya penyakit berat lainnya, bukan berarti ‘tidak ada obatnya’, tetapi ‘belum ditemukan’. Setiap penyakit (akan) ada obatnya, ini suatu keniscayaan yang harus kita yakini. Sementara perihal kesempatan mendapatkan obat ini, adalah bergantung kepada usaha dan kehendak yang Maha Kuasa. Sementara Tuhan tidak pernah berbuat dzolim pada hamba-hamba-Nya.
Kanker merupakan penyakit mematikan kedua setelah jantung. Kanker merupakan sel tidak normal yang bercokol dalam tubuh. Pertumbuhannya selain cepat juga tidak segan menyakiti jaringan lain, atau bersifat invasif, dan beranak sebar (metastasis) melalui pembuluh darah serta pembuluh getah bening.
Dengan berbagai pengalaman dan penelitian mengenai keladi tikus sebagai alternatif pengobatan kanker, tak pelak lagi keladi tikus langsung muncul dalam jajaran tanaman berkhasiat obat di negara kita. Literatur tanaman ini masih sebatas hasil dari malaysia dan penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan. Meskipun tidak bisa diklaim sebagai obat dewa, kehadirannya telah banyak memberikan banyak arti bagi penderita kanker.
Tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat yang lembab yang tidak terkena matahari langsung. Tanaman berbatang basah ini biasanya tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Bentuk daunnya bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar. Umbinya berbentuk bulat rata sebesar buah pala.
Hasil Uji Empirik
Dari uji empirik (berdasarkan pengalaman) pengobatan kanker, beberapa jenis kanker yang mampu disembuhkan dengan menggunakan keladi tikus diantaranya : kanker payudara, kanker testis, kanker prostat, kanker usus besar, kanker tulang, kanker paru-paru dan kanker hati.
Keladi tikus sebagai tanaman obat dapat digunakan keseluruhannya, mulai dari akar, umbi, juga daunnya. Penggunaan yang paling umum adalah dengan mengonsumsi seluruh bagian tanaman dalam bentuk jus segar dan segera diminum setelah diolah. Hal ini dimaksudkan untuk sedapat mungkin mempertahankan khasiatnya.
Jus keladi tikus dapat dengan mudah dibuat sendiri, sebanyak 3 herba keladi tikus dengan bobot sekitar 50g dicuci dan dibersihkan lalu direndap dalam air matang yang telah didinginkan selama sekitar 30 menit. Kemudian ditumbuk dengan alat penumbuk obat (mortar-stamfor) lalu peras dengan kain penyaring dan langsung diminum. Dosis yang dianjurkan adalah 1-3 kali sehari, 1 jam sebelum makan, untuk terapi. Bagi yang memiliki masalah lambung, dianjurkan diminum setelah makan. Apabila setelah meminumnya tenggorokan terasa gatal, dapat diatasi dengan meminum air gula/madu. Walaupun akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa saat, demikian menurut Dr. Henry Nalan (ahli bedah tumor).
Menurut Yellia Mangan (herbalis), keladi tikus membantu sekali melawan kanker. Fungsinya sebagai pencegah timbulnya kanker setelah dioperasi bisa diandalkan. Di samping itu, fungsi lainnya adalah sebagai penghilang efek buruk kemoterapi. Mereka yang mengonsumsi keladi tikus secara teratur terbukti sesudah menjalani kemoterapi akan mendapatkan nafsu makannya kembali, rambut tidak mudah rontok dan rasa sakit di badan berkurang.
Hasil Riset
Tanaman ini pertama kali di diriset sebagai tanaman obat oleh ahli dari Malayia, Prof Dr.Chris K.H.Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD yang juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Sejak tahun 1995 Prof. Chris Teo meneliti tanaman ini, hasilnya menunjukan Ekstrak Typhonium Flageffiforme dan campuran bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah. Ramuan ini akan semakin baik bila diberikan bersama-sama dengan bahan herba lain, seperti sambiloto, temu putih dan rumput mutiara. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. Kombinasi ketiga zat dalam campuran ramuan tersebut memproduksi mediator yang menstimulasi penguatan sel dalam sistem kekebalan tubuh untuk memberantas sel kanker.
Keladi tikus juga mampu menekan efek negatif dari proses pengobatan modern (kemoterapi), seperti rambut rontok, nafsu makan hilang, rasa mual dan rasa nyeri di tubuh. Di Amerika Serikat, tepatnya di Cancer Institute of New Jersey, sebuah tim yang dipimpin oleh Dr. Khaw Voon Chin, Associate Professor of Medicine and Pharmacology, melakukan penelitian dan membuktikan bahwa ekstrak keladi tikus efektif berfungsi sebagai anti-tumor dan anti virus.
Di Cina tanaman ini di teliti oleh Zhong Z, Zhou G, Chen X, dan Huang P dari Guangxi Institute of Traditional Medical and Pharmaceutical Sciences, Nanning. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek farmakologisnya. Diketahui bahwa ekstrak air dan alkohol dari Typhonium flagelliforme mempunyai efek mencegah batuk, menghilangkan dahak, analgesik, bersifat sedatif dan antiinflamasi, dan bersifat sedatif. Pada konsentrasi 720 g/kg ekstrak air, 900 g/kg ekstrak alkohol dan 3240 g/kg ekstrak ester tanaman ini dapat meracuni tubuh.
Lain lagi menurut Choo CY, Chan KL, Takeya K, dan Itokawa H. dari
School of Pharmaceutical Sciences, University Sains Malaysia, ekstrak Typhonium flagelliforme memang mengandung zat anti kanker namun konsentrasinya lemah. Hasil penelitiannya ini pernah di publikasikan di jurnal kesehatan Phytotheraphy Research pada Mei 2001: 15 (3) : 260-2.
Testimoni
Alhamdulillah satu lagi pasien saya sembuh dengan herbal, 2 bulan yang lalu seorang pasien saya mengeluh adanya kista di indung telur nya sudah di USG dengan besar 4 x 6 x 7 cm dan menunggu di operasi. kemudian saya sarankan mengkonsonsumsi keladi tikus, kunir mangga (kunir putih), rumput mutiara, dan temu putih (curcuma zedoaria) setelah mengkonsumsi herbal 2 bulan, hasil USG menyatakan tidak ditemukannya lagi kista ovarium.
Klinik Dr. Liza herbal-bogor. Email Dr. Liza : lizasfyn@yahoo.com
Keladi tikus berfungsi sebagai penghambat dan pembunuh kanker. Para pasien saya yang menderita kanker payudara, rahim dan paru-paru setelah mengonsumsi keladi tikus disertai ramuan lainnya menunjukkan adanya pengecilan kanker. Selain itu untuk semua jenis penyakit jika ingin segera sembuh mereka harus berusaha menghindari stress. Stress yang dialami penderita kanker jika tidak segera diatasai justru akan mempermudah penyebaran kanker.
Tanaman Keladi Tikus
Filed under Keladi Tikus on Jul 6th, 2008 by admin No Comments »
Orang banyak mengenal keladi tikus sebagai umbi talas yang bisa menjadi salah satu bahan untuk makanan. Jenisnya pun bermacam-macam. Di Papua, talas menjadi bahan makanan pokok. Namun keladi tikus berbeda lagi dari yang biasa. Keladi tikus lebih banyak dijadikan bahan untuk obat tradisional. Typhonium flagiliforme mulai banyak dan semakin dikenal sebagai bahan untuk obat pembasmi kanker payudara.
Mengapa disebut “keladi tikus”? Ini karena ukurannya lebih kecil daripada keladi biasa. Ukuran tingginya mencapao 10 hingga 45 centimeter. Bagian yang lebih mirip binatang tikus adalah mahkota bunganya yang berwarna putih, berbentuk panjang kecil, mirip ekor tikus.
Tanaman berbatang basah ini banyak tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan air laut. Daun tunggalnya muncul dari umbi. Bentuk daunnya bulat dengan ujung meruncing berbentuk hati. Warnanya hijau segar. Umbi keladi tikus ini berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Bagian dalam maupun luar umbi berwarna putih. Untuk perkembangbiakannya, bisa menggunakan umbinya atau anakan yang tumbuh dari umbi tersebut. Pada musim kemarau, batangnya menghilang. Sedangkan pada musim hujan, umbuhan ini muncul lagi di atas permukaan tanah dari umbi yang terpendam di dalam tanah.
Menurut Potopoy Pasau yang banyak menggunakan keladi tikus sebagai obat tradisional, tanaman ini tak berdaun di musim panas. Karena itu, terkadang ia merasa kesulitan menemukannya. Ia mengaku, untuk obat tradisional, ia tak mengembangbiakan sendiri, melainkan mencari di tempat-tempat tumbuhnya keladi tikus ini.
Menderita Tiga Kanker, Sembuh dengan Keladi Tikus
Filed under Pengalaman & Kisah on Jul 4th, 2008 by admin 3 Comments »
Berikut adalah sebuah artikel wawancara dengan Yap, seorang penderita kanker yang berhasil sembuh setelah mengkonsumsi Keladi Tikus.
Setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker, Yap dinyatakan sembuh pada 5 Agustus 1994. Saya memiliki kesempatan bertemu Yap pada 18 Maret 1999. Anda bisa melihat percakapan kami dalam video di situs kami: www.cacare.com Di bawah ini adalah cuplikan wawancara.
Saya terserang 3 kanker. Satu di usus, 15 tahun lalu. Yang kedua pada rektum 10 tahun setelah yang pertama. Akibatnya saya harus mengenakan colostomy bag selama hidup saya. Kemudian datang serangan kanker ketiga, di belakang kelenjar prostat. Segera setelah kemoterapi kedua, kanker itu kembali lagi. Dokter mengatakan bahwa ia tak bisa melakukan apa-apa; ia tak bisa melakukan radioterapi karena kanker itu berada di belakang kelenjar prostat. Selain itu, setelah tiga kali operasi ia tak bisa mengoperasi saya lagi. Ia hanya bisa memberi saya kemoterapi.
Saya bertanya pada Dokter, “Saya sudah menyelesaikan kemoterapi dan Anda menyuruh saya melakukannya lagi. Ini berarti sel kankernya tidak terpengaruh oleh kemoterapi?” Dokter mengiyakan. Jadi saya pulang dan menolak, tentu saja, untuk menjalani kemoterapi.
Saya merenungkan bagaimana supaya bisa meninggal secara terhormat. Penderita kanker selalu meninggal dengan menyedihkan, dengan sakit di sekujur tubuhnya. Selain itu, terkadang bahkan morfin tak bisa mengurangi rasa sakitnya. Dalam kasus saya, saya tahu bahwa kemoterapi tak akan membantu, terutama setelah kanker kedua menyerang saya.
Pertanyaan: Anda sudah berjuang melawan kanker sejak bertahun-tahun lamanya. Apa yang dikatakan dokter? Apakah Anda memiliki kesempatan?
Saya hampir menyerah. Dokter hanya bisa memberikan kemoterapi, yang ia sendiri tahu takkan berpengaruh pada saya. Mengetahui hal ini, saya beralih pada Keladi Tikus, bukan karena saya mempercayainya. Kenyataannya, kesan pertama saya adalah menjijikkan. Untungnya, istri saya percaya dan ia mau bergantung pada harapan sekecil apapun. Saya menjadi semakin skeptis setelah mengetahui bahwa ini hanya sebuah tanaman. Seorang teman yang memberikan Keladi Tikus pada saya juga mengalami kanker paru-paru. Dokternya mengetahui bahwa ia tak bisa dioperasi karena kankernya telah menyebar di seluruh bagian paru-paru. Mereka membiarkannya, tak melakukan apa-apa. Ia seharusnya meninggal setelah empat bulan, tapi itu tidak terjadi.
Malahan ia merekomendasikan Keladi Tikus pada saya. Ia memberikan Keladi Tikus sendiri, dan istri saya percaya padanya. Karena tak ada ruginya, maka saya pun meminum sarinya. Rasanya tidak enak. Saat saya mengkonsumsi Keladi Tikus, rasa sakit karena kanker menghilang hampir dalam sekejap. Saya pikir jika saya mengkonsumsinya setiap hari, saya bisa meninggal dengan terhormat.
Awalnya saya mengkonsumsi dengan enggan.. sampai dua minggu kemudian — saya sadar bahwa ini cukup ilmiah. Saya memutuskan untuk mencoba. Saya kembali ke dokter saya dan meminta kemoterapi sembari mengkonsumsi Keladi Tikus — ini lebih kepada pembalasan untuk membunuh sel-sel kanker itu sebelum mereka membunuh saya! Dan setelah itu, kanker tak pernah muncul lagi.
Pada awalnya, saya mengkonsumsi sari Keladi Tikus tiga kali 50 gram per hari. Saat itu berat saya setengah dari saat ini. Berat saya sekitar 45 kg. Sekarang saya 77 kg. Saya selalu bersikeras dan memberitahu semua orang: tak ada salahnya.
Pertanyaan: Masyarakat bersikap skeptis tentang ini. Saat Anda mengkonsumsi Keladi Tikus, hal itu bisa mempengaruhi kemoterapi. Anda bilang Anda mengkonsumsi Keladi Tikus sembari menjalankan kemoterapi. Apa ada pengaruhnya bagi perawatan Anda?
Saya menjalankan keduanya. Saat itu saya tak risau apakah ini akan mempengaruhi kemoterapi atau tidak. Kemoterapi saja tidak efektif. Apa lagi yang bisa saya lakukan untuk tetap hidup?
Pertanyaan: Saat Anda selesai dengan kemoterapi, apakah Anda melanjutkan konsumsi Keladi Tikus?
Oh, ya. Dari sudut pandang kesehatan — setelah operasi, radioterapi, dan kemoterapi — tak ada apa-apa lagi untuk pasien kanker. Jika sel kankernya masih hidup, itu berarti tinggal menunggu kematian.
Setidaknya sekarang kita memiliki Keladi Tikus yang relatif tidak berbahaya. Saya telah mengkonsumsinya selama dua sampai tiga tahun. Saya meminum sarinya tiga kali sehari selama beberapa bulan. Setelah itu saya mengurangi dosisnya menjadi dua kali sehari — mengkonsumsinya dengan sangat khidmat selama delapan setengah bulan. Kemudian saya melakukan check-up dan untungnya, kanker telah hilang.
Dokter tentu saja sangat senang akan hal ini. Saya pergi ke Australia untuk pemeriksaan kesehatan lainnya dan dokter di Australia mengkonfirmasi bahwa saya telah bebas dari kanker.
Setelah satu setengah tahun berjuang, saya dinyatakan bebas kanker pada 5 Agustus 1994. Semuanya tidak sia-sia. Sekarang saya berbagi kebahagiaan dengan Anda.
Kanker normalnya dipandang bukan hanya sebagai penyakit namun juga sebagai vonis kematian. Bagaimana mungkin kita menggantungkan harapan pada sesuatu sementara semuanya kelihatan tak berdaya? Kebanyakan orang menyerah saat menghadapi pengalaman yang sangat menyakitkan. Mereka berpikir tak ada gunanya untuk terus hidup. Kematian yang singkat lebih baik. Saya menolak untuk menerima kekalahan. Hidup terlalu penting untuk dihancurkan oleh musuh di dalamnya. Saya harus melawan kanker secara fisik, emosi, dan psikologi. Dan saya menang.
Diambil dari buku Cancer Yet They Live.
Saat artikel tersebut ditulis, Yap masih aktif dan sehat, menjalani hidup bebas kanker.
Sekilas Mengenai Keladi Tikus
Filed under Keladi Tikus on Jul 4th, 2008 by admin No Comments »
Tumbuhan Keladi Tikus mempunyai nama latin Thyponium flagelliforme (Lodd). Termasuk kedalam famili tumbuhan Araceae. Tumbuhan yang punya nama asing Rodent Tuber ini telah digunakan oleh penduduk negeri tetangga kita, Malaysia, sebagai obat penyakit kanker.
Hasil penelitian dari berbagai lembaga & perguruan tinggi di Malaysia dan beberapa negara menunjukkan bahwa sari tanaman (juice) ini dapat menghancurkan sel kanker. Secara umum hasil penelitian menunjukkan efek membunuh/menghambat pertumbuhan sel kanker, menghilangkan efek buruk kemoterapi dan bersifat antivirus & anti bakteri.
Kandungan kimiawi tanaman ini belum banyak diketahui atau belum dipublikasikan. Namun berdasarkan literatur yang mencatat hasil penelitian dan pengalaman secara turun temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit kanker payudara, paru-paru, usus besar, rectum, lever, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukimia, empedu dan pankreas. Selain itu berdasarkan informasi pengalaman dari pemakaian, herbal ini bisa digunakan untuk menetralisir racun narkoba.
Orang banyak mengenal keladi tikus sebagai umbi talas yang bisa menjadi salah satu bahan untuk makanan. Jenisnya pun bermacam-macam. Di Papua, talas menjadi bahan makanan pokok. Namun keladi tikus berbeda lagi dari yang biasa. Keladi tikus lebih banyak dijadikan bahan untuk obat tradisional. Typhonium flagiliforme mulai banyak dan semakin dikenal sebagai bahan untuk obat pembasmi kanker payudara.
Mengapa disebut “keladi tikus”? Ini karena ukurannya lebih kecil daripada keladi biasa. Ukuran tingginya mencapai 10 hingga 45 centimeter. Bagian yang lebih mirip binatang tikus adalah mahkota bunganya yang berwarna putih, berbentuk panjang kecil, mirip ekor tikus.
Tanaman berbatang basah ini banyak tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan air laut. Daun tunggalnya muncul dari umbi. Bentuk daunnya bulat dengan ujung meruncing berbentuk hati. Warnanya hijau segar. Umbi keladi tikus ini berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Bagian dalam maupun luar umbi berwarna putih. Untuk perkembangbiakannya, bisa menggunakan umbinya atau anakan yang tumbuh dari umbi tersebut. Pada musim kemarau, batangnya menghilang. Sedangkan pada musim hujan, umbuhan ini muncul lagi di atas permukaan tanah dari umbi yang terpendam di dalam tanah.
Menurut Potopoy Pasau yang banyak menggunakan keladi tikus sebagai obat tradisional, tanaman ini tak berdaun di musim panas. Karena itu, terkadang ia merasa kesulitan menemukannya. Ia mengaku, untuk obat tradisional, ia tak mengembangbiakan sendiri, melainkan mencari di tempat-tempat tumbuhnya keladi tikus ini.
—————————-
———————————————–
TIPS SEMBUH dari KANKER
KANKER. Mengapa saya? Apa yang harus saya lakukan untuk sembuh?’
Anda baru saja divonis KANKER. Bagaimana tidak, KANKER sudah datang dan Anda tidak tahu kapan dia pergi. Jangan panik, tetap tenang dan berdoa. Memerangi KANKER harus dilakukan sebagaimana halnya orang berperang, yaitu menggunakan strategi.
Dalam KANKER tidak dikenal istilah seri. Taruhannya adalah nyawa Anda dan batasannya adalah waktu. Yang dibutuhkan adalah stamina dan semangat jangka panjang. Untuk menang Anda harus jadi pelari marathon, bukan sprinter.
Jadi apa kunci sukses dalam perang melawan KANKER? Dimulai dengan 2 prinsip utama, yaitu kenali lawanmu (KANKER yang menyerang Anda) dan kenali diri Anda. Anda adalah dokter terbaik bagi diri Anda sendiri.
Bagaimana mengenal KANKER yang menyerang Anda?
Pertanyaan-pertanyaan dibawah ini bisa menjadi acuan :
Anda menderita tumor atau KANKER?
- Jenis KANKERnya apa? Karsinoma, Sarkoma, Leukemia atau Limfoma
- Organ tubuh mana yang terkena KANKER?
- Sudah stadium berapa?
- Apakah KANKER tersebut sudah menyebar ke organ tubuh lain?
Untuk memperoleh hasil akurat, lakukan cek dan ricek. Konfirmasikan jenis KANKER yang menyerang anda setidaknya dari dua atau tiga dokter spesialis KANKER (Onkolog) maupun dari hasil cek lab berupa test ‘Penanda Tumor’.
Lakukan juga pencarian informasi sebanyak mungkin di Internet sehingga Anda dapat yakin jenis KANKERnya, terapi yang biasa digunakan, faktor yang menghambat/mempercepat pertumbuhannya.
Setelah mengenal lawan Anda, langkah berikutnya adalah analisa diri. Ketika KANKER datang, inilah saatnya Anda flash back, introspeksi. KANKER dapat dikatakan sinyal dari tubuh untuk slow down, relax & mengalir dengan kehidupan.
Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini bisa dijadikan langkah awal :
- Gaya hidup : Rutinitas apa yang dijalani setiap hari? Kapan terakhir Anda rutin berolahraga? Berapa jam sehari Anda tidur?
- Pola makan/minum : makanan/minuman apa yang Anda sukai?
- Perilaku : Emosi apa yang dominan dalam hidup Anda ? Tulis daftar emosi negative (mudah stress, pendendam, pemarah, tidak puas, iri hati, dll) maupun positifnya (pemurah, tidak mudah putus asa, mau belajar, dll)
- Hubungan : tulis nama orang-orang terdekat Anda. Apakah ada masalah yang lama tidak diselesaikan?
- Spiritualitas : kapan terakhir Anda berbicara dengan Yang Diatas?
Kenal lawan dan kenal diri memberikan Anda pemahaman tentang medan pertempuran
yang sedang Anda hadapi. Hal ini akan membantu Anda memilih strategi untuk memerangi KANKER.
* STRATEGI 1 : KANKER harus diobati
KANKER bukan penyakit mudah, sehingga Anda tidak dapat berdiam diri dan berharap segalanya akan ok. Tapi Anda juga tidak perlu naïf dan mencoba berbagai macam tawaran pengobatan sampai Anda capek sendiri, jatuh miskin dan tidak juga sembuh. Anda perlu bijak.
Secara umum Anda akan menghadapi pilihan 2 jenis pengobatan KANKER, yaitu pengobatan barat dengan terapi konvensional (kemoterapi, radioterapi. pembedahan, dll) ataupun pengobatan timur seperti : obat herbal, akupunktur, yoga, dll.
Pengobatan KANKER dari Barat sifatnya seperti amunisi : Anda beli berbagai senjata (mulai dari pistol sampai roket) untuk membombardir musuh Anda – sang KANKER. Tapi ingat : alih-alih sembuh, benteng pertahanan yaitu tubuh Anda juga bisa hancur diroket dan si musuh bisa datang kembali dengan kekuatan berlipat ganda kalau tidak diberantas habis. Selain itu sebagaimana halnya roket, pengobatan ini juga mahal.
Pengobatan KANKER dari timur sifatnya seperti latihan kungfu. Pasukan Anda, yaitu sel darah putih akan diberikan stimulus supaya mahir melawan musuh yaitu sel KANKER. Seperti latihan kungfu, pengobatan KANKER ala timur biasanya relative memerlukan waktu. Tetapi keuntungannya : lebih lasting, tidak ada efek samping, dan sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan paling bagus dalam jangka panjang.
Untuk mendapat hasil optimal, sebaiknya Anda menggandeng timur dan barat dalam memerangi kanker.
Apa ciri/tanda pengobatan yang baik? Tandanya adalah pengobatan tersebut harus dapat memberantas KANKER, mengurangi rasa sakit akibat KANKER dan mencegah agar KANKER tidak timbul kembali.
Pertimbangkan tips berikut ini sebelum memilih metode terapi :
- Terapi masuk akal (reasonable) dan meyakinkan Anda bahwa dapat tepat sasaran terhadap jenis penyakit KANKER yang Anda hadapi.
- Anda cukup nyaman dengan terapi tersebut
- rasa sakit atau efek samping akibat terapi harus dalam batas yang bisa Anda tanggung dalam jangka panjang
- terapi berada dalam batas kemampuan ekonomi Anda (dalam jangka panjang)
* STRATEGI 2 : MENGUBAH POLA MAKAN
Tepatlah peribahasa ‘You are what you eat’. Pengaruh makanan dalam kesehatan Anda sangat besar. Anda kini harus banyak mengkonsumsi sayur dan buah serta menghindari makanan berlemak, dibakar ataupun digoreng.
Namun demikian Anda tetap harus punya selera makan. Apa artinya hidup tanpa selera makan ? Jadi pilihlah jenis makanan yang sehat dan yang bisa Anda sukai & nikmati. Your appetite is your drive to live ! So keep your appetite alive !
Berikut ini ada beberapa tips diet sehat bagi pasien kanker :
- luar, anda tidak tahu kandungan di dalamnya seperti : minyak, garam, penyedap rasa, dan bahan tambahan lainnya.
- Hindari gorengan dan makanan yang mengandung banyak lemak, termasuk mentega/margarine, karena tidak baik untuk organ hati. Jika anda harus menggunakan minyak, gunakan minyak zaitun.
Catatan: gula yang berwarna terlalu putih juga tidak bagus.
- Kurangi konsumsi daging. Lalu bagaimana Anda memperoleh protein? Jawabannya sederhana, yaitu dari kacang-kacangan, gandum, dll.
- Banyak konsumsi sayuran hijau. Untuk memperoleh nutrisi yang beranekaragam, konsumsilah berbagai jenis buah-buahan, kacang-kacangan dan sayur-sayuran. Sedapat mungkin, makan sayuran mentah atau dimasak tapi jangan terlalu lama.
- Perbanyak minum jus yang terbuat dari buah-buahan dan sayur-sayuran segar, misalnya : wortel, seledri dan jus apel.
- Konsumsi banyak buah-buahan segar
- Hindari semua jenis makanan yang dikalengkan, diasap, dibakar ataupun diasinkan
* STRATEGI 3 : MENGUBAH CARA HIDUP
‘Hati yang gembira adalah obat’ demikian peribahasa. Untuk memerangi KANKER, Anda harus happy. Karena dalam jiwa yang sehat, baru ada kemauan hidup tinggi.
Tahukah Anda bahwa Anda diciptakan dengan luar biasa untuk satu tujuan dalam dunia ini ? Tahukah Anda bahwa Anda berharga dimata Yang Maha Esa ? Seringkali hidup ini kita jalani dengan complicated – ribet. Kita hidup untuk mendapat pengakuan, penghargaan dari orang lain. Padahal hidup harus dijalani dengan mengalir dan sikap nrimo, mensyukuri. Dengan demikian kita bisa lead a stress-free life.
Yang tidak kalah penting adalah cukup tidur dan cukup olahraga. Tidur yang cukup penting bagi kerja organ hati dalam menyerap racun. Selain itu olahraga juga penting untuk mengurangi stress dan mendapat oksigen bebas yang sangat penting bagi tubuh.
Mudah-mudahan tips diatas bermanfaat buat Anda yang ingin sembuh dari KANKER. Selamat berjuang dan VIVA LIFE !
Masak dan sediakan makanan anda dirumah. Hindari makan di luar jika anda ingin menang dalam perang melawan kanker. Alasannya sederhana : makanan
Keladi Tikus
Beberapa tahun yang lalu beredar kabar heboh di dunia maya. Diberitakan seorang pasien penderita kanker payudara stadium lanjut dapat melewati kemoterapi tanpa efek yang menyiksanya dan dinyatakan sembuh setelah mengkonsumsi keladi tikus (typhonium flagelliforme)
Keladi tikus sebelumnya memang belum setenar herba lainnya seperi sambiloto, temu putih, temu lawak, dan mengkudu. Nama keladi tikus diambil dari nama asing Rodent Tuber (laoshu yu) yang lebih dulu terkenal di Malaysia.
Tanaman semak sejenis talas ini tingginya hanya 25 cm -30 cm. Ia menyukai tempat lembab & tidak terkena matahari langsung pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Daun tunggalnya berbentuk bulat dengan ujung meruncing sepertijantung, muncul dari umbi dan berwarna hijau segar. Mahkota bunganya berbentuk panjang kecil berwarna putih mirip dengan ekor tikus, dari sinilah nama keladi-tikus diberikan.
Hingga saat ini belum banyak peneliti yang mengungkap khasiat keladi-tikus terutama untuk penyakit kanker. Prof Dr Chris K.H. Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia meneliti tanaman ini, hasilnya ekstrak dari akar keladi-tikus efektif untuk kanker prostat. Selain itu Lam Siew Hong peneliti dari USM menyebutkan bahwa terjadi peningkatkan aktivitas antibakteri dalam darah ikan lele.
Keladi tikus mengandung antineoplastik atau antikanker selain juga bisa berkhasiat sebagai antivirus. Efek farmakologi inilah yang menjadi obat utama untuk mengatasi kanker stadium lanjut. Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah keseluruhan dari tanaman tersebut. Mulai dari akar (umbi), batang, daun hingga bunga. Tentu saja, efek tersebut akan bertambah baik bila diberikan bersama-sama dengan tanaman lainnya, seperti sambiloto, rumput mutiara dan temu putih.
Ekstrak typhonium flageffiforme clan bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. RIP berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker, merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya dan memblokir pertumbuhan sel kanker. Zat antioksidan berfungsi mencegah terjadinya kerusakan gen. Sementara zat antikurkumin berfungsi sebagai antiinflamasi/antiperadangan. Kombinasi bahan alami ini mengaktivasi dengan memproduksi mediator yang menstimulasi untuk menguatkan sel dari sistem kekebalan tubuh untuk bersamasama memberantas sel kanker. Di Cina tanaman ini di teliti oleh Zhong Z, Zhou G, Chen X, dan Huang P dari Guangxi Institute of Traditional Medical and Pharmaceutical Sciences, Nanning. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui efek farmakologis dari typhonium flagelliforme. Diketahui bahwa ekstrak air dan alkohol dari typhonium flagelliforme mempunyai efek mencegah batuk, menghilangkan dahak, antiasmatik, analgesik, antiinflamasi, dan bersifat sedatif. Pada konsentrasi 720 g/kg ekstrak air, 900 g/kg ekstrak alkohol dan 3240 g/kg ekstrak ester tanaman ini dapat meracuni tubuh. MenurutAngela Riwu Kaho PhD, Ahli Kimia Natural peniliti zat anti tumor dari Ohio State University, ekstrak typhonium flagelliforme memang mengandung zat anti kanker namun konsentrasinya lemah. Mengenai hasil penelitiannya pernah di publikasikan dalam jurnal Phytotheraphy Research pada bulan Mei 2001. Namun demikian ia juga tidak memungkiri ada pasien yang sembuh dengan mengonsumsi ramuan ini.
article: Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme)
Compile by: www.cancerhelps.com
SehatHerbal- ” mari Sehat dengan Herbal”
SehatHerbal hadir untuk memberikan informasi manfaat tanaman obat/ Herbal khususnya Herbal Indonesia untuk kesehatan. Selain memberikan informasi herbal, SehatHerbal juga menyediakan berbagai macam herbal yang sudah dalam bentuk ektrak dan dikemas dalam bentuk kapsul sehingga memudahkan untuk mengkonsumsinya. Bagi yang berminat untuk memanfaatkan herbal dan konsultasi pengobatan herbal bisa contact : sehatherbal@gmail.com atau budi_prakoso98@yahoo.com / o81310343598 atau 021-93014985
Menjelang Bulan Ramadhan 1430 H, kami mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin, semoga kita selalu dilimpahkan taufik dan hidayah oleh Allah SWT..
Top of Form
Sharing Kesehatan
ass.wr.wb.pak budi perkenalkan nama saya teguh setiawan. setahun yang lalu saya tidak jadi melakukan operasi batu ginjal setelah saya mengkonsumsi obat2an herbal dari bapak. saya mengucapkan terima kasih yang luar biasa kepada bapak.
saat ini saya didiagnosa oleh dokter ada penyumbatan di jantung akibat tingginya kolesterol. saya mohon informasi apakah ada obat2an yang bisa mnurunkan kadar kolesterol saya..terima kasih sebelumnya.
wassalam,
teguh setiawan (dunia_hijau@yahoo.com)
Thursday, November 23, 2006
LIMFOMA, kanker kelenjar getah bening……
”Limfoma, apaan sih itu?” Kalimat seperti ini kerap kali terucap ketika seseorang mendengar istilah limfoma. Kekurangmengertian masyarakat terhadap limfoma, membuat mereka juga kurang peduli pada penyakit ganas ini. Padahal, penyakit ini telah merenggut jutaan nyawa di seluruh dunia.
Apa itu limfoma? Ini adalah suatu jenis keganasan (kanker) kelompok sel yang dikenal dengan nama sel limfosit. Sel ini berkembang dan membelah secara tidak normal sehingga menyebabkan terjadinya pembesaran kelenjar getah bening.
Sel limfosit beredar dalam pembuluh limfe (pembuluh getah bening). Di beberapa tempat, aliran getah bening ini membentuk tonjolan seperti biji kacang yang disebut kelenjar getah bening. Dalam kondisi normal, sel limfosit merupakan salah satu sistem pertahanan tubuh. Sementara sel limfosit yang tidak normal (limfoma) bisa berkumpul di kelenjar getah bening dan menyebabkan pembengkakan.
Karena itu, siapapun wajib mewaspadai bila merasakan adanya pembekakan kelenjer getah bening, terutama pada leher, ketiak, atau pangkal paha. Apalagi jiwa pembekakan itu juga disertai dengan gejala penurunan berat badan lebih dari 10 persen dalam enam bulan, demam sampai sekitar 38 derajat celsius, banyak berkeringat pada malam hari, merasa cepat lelah, dan nafsu makan berkurang. Bila merasakan gejala-gejala ini, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Perlu pula Anda tahu, sel limfosit ternyata tak cuma beredar di dalam pembuluh limfe. Sel ini juga beredar ke seluruh tubuh di dalam pembuluh darah. Karena itulah, limfoma bisa juga timbul di luar kelenjar getah bening. Dalam hal ini, yang tersering adalah di limpa dan sumsum tulang. Selain itu, bisa juga timbul di organ lain seperti perut, hati, dan otak.
Secara umum, kata dr Ronald A Hukom SpPD KHOM, konsultan hematologi dan onkologi medik dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, limfoma terbagi dalam dua jenis, yaitu: limfoma non-hodgkin (LNH) dan limfoma hodgkin (LH). Data menunjukkan, angka kejadian LNH lebih sering dibandingkan LH. Keduanya memiliki gejala yang mirip. ”Perbedaannya terutama didasarkan pada hasil pemeriksaan biopsi jaringan tumornya,” kata Ronald.
Saat ini, sekitar 1,5 juta orang di dunia hidup dengan LNH, dan dalam setahun sekitar 300 ribu orang meninggal karena penyakit ini. Dari tahun ke tahun, jumlah penderita penyakit ini juga terus meningkat. Sekadar gambaran buat Anda, angka kejadian LNH telah meningkat 80 persen dibandingkan angka tahun 1970-an. Data juga menunjukkan, penyakit ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa dengan angka tertinggi pada rentang usia antara 45 sampai 60 tahun. Makin tua umur, makin tinggi risiko terkena penyakit ini. Tapi secara umum, LNH bisa menyerang semua usia, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Sementara dari sisi jenis kelamin, kasus LNH lebih sering ditemukan pada pria ketimbang wanita.
Bisa sembuh
Di Indonesia, limfoma merupakan jenis kanker nomor enam yang paling sering ditemukan. Menurut Prof Dr dr Arry Haryanto Reksodiputro SpPD KHOM, konsultan hematologi dan onkologi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, limfoma juga merupakan jenis kanker yang paling cepat berkembang menjadi berat.
”Penyakit ini butuh waktu paling singkat untuk menjadi berat. Bila tidak diobati, dalam waktu sekitar enam bulan penderita bisa meninggal dunia,” ujar Arry. Walau sangat ganas, penyakit ini bisa disembuhkan. Bahkan, sekitar 40 persen bisa sembuh dengan obat yang tidak mahal. ”Makin dini ditangani, makin besar kemungkinan untuk disembuhkan.” Selain itu, kemajuan teknologi kedokteran, juga makin memperbesar peluang kesembuhan.
Walau sudah dinyatakan sembuh, bukan berarti kanker ini tak bisa kambuh. Bahkan LNH termasuk jenis kanker yang seringkali kambuh. Karena itu, setelah terapi selesai, pasien tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter secara rutin untuk mengawasi atau mendeteksi secara dini kemungkinan terjadinya kekambuhan.
Lalu, apa sebenarnya penyebab timbulnya limfoma? Sejauh ini memang belum diketahui secara pasti. Namun, seperti dikatakan Ronald, ada beberapa faktor yang diperkirakan mempengaruhi atau mendorong timbulnya limfoma. Faktor-faktor itu antara lain: menurunnya daya tahan tubuh, infeksi virus, infeksi bakteri, paparan herbisida dan pelarut organik, diet tinggi lemak hewani, merokok, juga paparan sinar ultraviolet.
Walau ada gejala umum yang menjadi pertanda penyakit ini, namun setiap orang bisa merasakan keluhan dan gejala yang berbeda-beda. Karena itu, untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter tak cukup hanya dengan melihat gejala yang dikeluhkan pasien, tapi juga didukung dengan serangkaian pemeriksaan seperti: biopsi jaringan tumor, tes darah, foto rontgen, ultrasonografi (USG), dan bila perlu dilakukan pula pemeriksaan sumsum tulang. Selain untuk menegakkan diagnosis, rangkaian pemeriksaan ini juga berguna untuk mengetahui tingkat penyebaran penyakit.
Saat melakukan pemeriksaan, dokter akan menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan itu. ”Penting diketahui bahwa diagnosis yang tepat amat diperlukan bagi keberhasilan pengobatan yang akan diberikan,” tutur Ronald. Untuk pengobatan LNH, tersedia beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan yaitu: radioterapi, kemoterapi, imunoterapi, serta transplantasi sel induk darah. Terapi mana yang akan dilakukan, sangat tergantung pada beberapa hal, antara lain: jenis penyakit, sejauh mana penyebaran penyakitnya, lokasi yang terkena, kondisi fisik (kesehatan) pasien, dan usia.
Adakah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini? Ronald mengatakan, karena sampai saat ini penyebab pasti dari limfoma belum diketahui, maka upaya yang dapat dilakukan adalah menghindari atau menurunkan faktor risiko, yaitu menjaga kebersihan diri dan lingkungan dari infeksi virus, bakteri, jamur, maupun parasit, menjauhkan diri dari paparan toksin (racun) lingkungan, menghentikan kebiasaan merokok, serta sebisa mungkin tidak mengonsumsi bahan-bahan atau makanan yang bisa memunculkan zat karsinogenik (pemicu kanker) di dalam tubuh.
(bur )
Penanganan dengan Produk Herbal berdasarkan pengalaman Bp. Joko Apoteker Ixora adalah dengan Ixo-Can ( kombinasi ektrak Herbal Keladi Tikus dan herbal lainnya) dengan dosis 3×2 Kaps/hari selama 30 hari, ternyata sangat efektif mengobati penyakit Limphoma ini.
Posted by herbal at 7:11 PM
8 comments:
herbal said…
Sy dapat info dr costumer yg Limfoma masih stadium awal ( bukan kanker) , dgn pakai keladi tikus serta Kunyit putih, bisa diatasi.
Prakoso,budi
0181310343598
SehatHerbal.Com
August 28, 2008 8:11:00 PM PDT
anxoin said…
Yaa..Alloh ampuni segala dosa-dosa hamba.Mu ini. Tetap berikanlah kekuatan iman, takwa dan kesehatan jiwa raga. Amien..
January 20, 2009 3:38:00 AM PST
Anonymous said…
jika yang sudah metastasis bagaimana? saya punya pasien yang perokok. limfoma awal di dada kemudian menyebar ke ujung jari. masih usia 20-an tahun. tolong email solusi ke alamat saya akhwat_aisyah@yahoo.com
terima kasih.
bagi yang ingin berbagi pengalaman dengan sesama herbalis, hub no hp 021700 70 752 (flexi)
ibu rahma, penulis buku Agromedia “Taklukkan Penyakit dengan Klorofol Alfalfa”
Anonymous said…
saya memiliki pembengkakan di leher bagian kiri dan mulai menyebar ke bagian kanan.
namun kondisi pembengkakannya bukan cair, tetapi padat.
seamntara ini saya mengkonsumsi obat dari sarang semut.
apakah ini efektif atau tidak….
atau ada solusi lain.
saya mohon bantuannya dikirim ke alamat
e-mail: royz_tataz@yahoo.co.uk
terimakasi banyak atas perhatiannya
Anonymous said…
saya kok ada benjolan di daerah dkat dagu tapi tdk tepat dileher,bentuknya kecil tdk sampai sebesar biji kacang,tapi tidak terasa sakit,saya tekan2pun tdk terasa sakit juga.Apa kalo memang tanda2 kelenjar getah bening,benjolan itu terasa sakit?Soalnya diketiak saya pun ada juga tapi sama dengan diatas. Tlg dijawab ke alamat email saya di palm_island2@yahoo.com,terima kasih atas jawabannya.
Dhika said…
mohon bantuannya,
saya juga punya benjolan di leher, dan
ukurannya sama besar, tapi tidak sama waktu tuimbulnya,
duluan yang sebelah kanan,
mohon sarannya
bobsenge@gmail.com
Anonymous said…
Saya memiliki benjolan di leher (bawah dagu,rahang kiri,belakang kuping sebelah kanan dan di leher kanan atas,serta di selakangan). Benjolan di leher muncul setelah saya menderita sakit tipes. Saat sakit tipes di malam hari saya sering mengeluarkan keringat yang banyak…tetapi benjolan2 tadi tidak sakit..apakah saya termasuk penderita limfoma..tolong penjelasanya…email ke sukma_sukma7@yahoo.com terima kasih banyak….
Anonymous said…
sekedar share aja…saat ini saya sedang dalam membantu ayah saya untuk melawan limfoma…sepeti diketahui ciri2 diatas emang bener sekali gejal limfoma…perlu dicurigai kalo ada benjolan getah bening..tapi tidak sakit,dan kenyal seperti karet..mungkin perlu diteliti lebih lanjut…supaya diketahui benjolan itu dari keganasan atau cuma infeksi biasa…
thx andrey07id@yahoo.com
August 14, 2009 7:53:00 AM PDT
—————————————————–
KANKER PARU
Kanker paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen lingkungan, terutama asap rokok. Menurut World Health Organization (WHO), kanker paru merupakan penyebab kematian utama dalam kelompok kanker baik pada pria maupun wanita.1
Tipe Kanker Paru
Ada dua tipe utama kanker paru
- Small cell carcinoma (SCLC = KPKSK) — kanker paru jenis karsinoma sel kecil
- Non-small cell carcinoma ( NSCLC = KPKBSK) yaitu terdiri dari: adenokarsinoma, squamous cell dan large cell (kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil)
NSCLC adalah tipe yang paling umum dari kanker paru, mencakup 75 – 80% dari semua kasus. 3 Membedakan NSCLC and SCLC sangatlah penting karena kedua tipe kanker ini memerlukan terapi yang berbeda.
Adenokarsinoma yang mencakup 40% kanker paru, lebih banyak muncul pada wanita. Squamous cell karsinoma lebih jarang dijumpai, dan mencakup 25% dari kasus kanker paru serta paling banyak terjadi pada pria dan orang tua. Tipe kanker paru yang paling jarang adalah kanker paru large cell, yang mencakup 10% kanker paru, tumbuh lebih cepat dibanding tipe lain serta menyebar cepat dalam paru.4,5
Gejala
Ada beberapa cara kanker paru bisa dideteksi. Beberapa orang menemukannya saat pemeriksaan kesehatan rutin, sementara lainnya mungkin telah menunjukkan tanda dan gejala sejak berbulan-bulan sebelumnya.
Gejala umum yang ditemui pada penderita kanker paru adalah:
- Batuk
- Dahak berdarah
- Sesak napas
- Sakit
- Radang paru atau bronkitis berulang
- Kelelahan
- Kehilangan selera makan atau turunnya berat badan
- Suara serak/parau
- Pembengkakan di wajah atau leher
- Ferlay J, Bray F, Pisani P and Parkin DM. GLOBOCAN 2002: Cancer Incidence, Mortality and Prevalence Worldwide. IARC CancerBase No. 5, Version 2.0, Lyon: IARC Press, 2004.
- Boyle P and Ferlay J, Cancer incidence and mortality in Europe, 2004. Annal Oncol (2005):16;481–488
- http://www.lungcancercoalition.org/cancer_facts.html
- Rozengurt E. Autocrine loops, signal transduction, and cell cycle abnormalities in the molecular biology of lung cancer. Curr Opin Oncol (1999) 11(2):116-22
- www.cancerhelp.org.uk
- www.macmillan.org.uk
- http://www.cancer.gov/cancer_information/cancer_type/lung/
————————————————-
—————————————————————
Terjemahan oleh Wibowo Gunawan butir-butir utama dari buku Penulis asli: Dr. dr. Tadeiicy:
cara membuat Sup Sayur untuk melawan Kanker.
Bahan:
1. Lobak (putih) : midium size 1/4 batang (kalo ragu, lihat foto terlampir)
2. Daun-nya lobak: 1 tangkai (suah dapatnya, karena di pasar Indonesia pada umumnya sudah dibuang. Orang India menggunakannnya sebagai sayuran. Jika kalian dapat daunnya dapat dikumpulkan, lalu olah simpan dengan cara dilayu keringkan isis-isis untuk dipakai pada saat perlu belakang hari).
3. Wortel : 1/2 batang ukuran buah yang sedang
4. Gobo/burdock root (Ada yang menyebutnya Ketela Jepang, ada jual di supermarket Jepang, di Surabaya dapat dibeli di supermaket Hoky atau Papaya). Bendanya bisa lihat di foto attachment.
5. Jamur Shitake (Jamur Payung) : 1 tangkai (segar atau kering sama saja)
Contoh Gobo diperbandingkan dengan Wortel
Lobak dengan daunnya
Cara mengolah:
1. Bersihkan bahan-bahan tanpa mengupas kulitnya, karena khasiatnya ada di bagian kulit ari. Jika dikupas, maka akan hilang khasiatnya.
2. Jangan dipanasi (kolop) sebelum-nya, karena akan merusak unsur-unsur alam asli dari bahan.
3. Jangan diberi penyedap garam, gula dll.
4. potong-potong bahan dalam ruas-ruas besar.
5. Beri air yang jumlahnya kira-kira 3x volume bahan.
6. masak dengan api besar hingga mendidih untuk membunuh kuman. Biasanya sekitar 15-20 menit.
7. kecilkan api dan pertahankan hingga 1 jam, agar semua sarinya keluar. Agar mudah bisa juga dipindah ke “slow cooking” cooker.
8. Saring dan tuang air sup ke gelas atau botol siap minum.
9. Jika sisa, simpan di kulkas. Di Indonesia kalau dibiarkan diluar, 3-4 jam sudah basi (Kecut).
10. Minum habis paling lama 3 hari.
11. Ampas sayur boleh dimakan, karena masih sangat sehat. Kata penulis, untuk membuktikan, silahkan coba tanam di sekitar akar pohon, nanti pohon anda akan tumbuh subur. Juga sisa air sayur yang telah expired jika disiramkan ke perduan /tanaman bunga pot yang mengering, akan segar kembali. Coba buktikan, apa benar kata penulis.
Cara minum:
• Minum yang baik saat perut (maag) tidak banyak asam-nya. Yakni: 15 menit sebelum
makan atau 30 menit setelah makan.
• Jumlah yang diminum: untuk penderita kanker: 600cc (botol aqua sedang penuh atau botel sirup/kecap/bir) sekali minum saat pagi dan sore 350cc. Jika belum biasa minum banyak, maka saat minum pertama boleh jedah tidak lebihdari 5 menit.
• wadah minum baiknya bukan dari logam.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan:
• Jangan menambah dosis bahan maupun minuman. Jangan dikira dengan menambah akan
bisa mempercepat penyembuhan. Dalam penelitian hal ini kontra produktif dan akan
menurunkan khasiat sup.
• jangan mencampur formula tersebut dengan herbal lain-nya, karena ada kemungkinan akan terjadi reaksi/senyawa kimia yang menimbulkan keasaman dan bisa menurunkan khasiat.
• biasanya setelah minum sup ini, suhu badan akan sedikit menurun, kadang bisa sampai 1 derajat celsius.
• Untuk penderita sakit ginjal dan Diabetes, perlu ada kombinasi tambahan di bab lain yang mana belum sempat saya masukkan di catatan ini.
Making the family as a cultural force prosperous and harmonious
————————–
—————————————
————————————————————–
Jilid Dua
JIKA ANDA MAU BERBAIK HATI TERHADAP SESAMA….TOLONG SEBARKAN INFORMASI INI…
Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi. Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman KELADI TIKUS (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain. Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa, kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia ..
Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris ,Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.
Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh ael, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.
Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan, jelas Patoppoi.
Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut, ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.
Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia , kenang Patoppoi sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.
Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, fmilinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu disana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu. Selang beberapa hari, Dr. Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat, lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai, kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.
Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhent rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal, lanjut Boni.
Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta , kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami, lanjut Patoppoi.
Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali.Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif, sambung Boni sambil tertawa.
Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr. Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr .. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh, sambung Patoppoi.
Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia. Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wir yanto , salah satu wartawan handal Jawa Pos, Patoppoi sempat tercengang.
Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos, ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini, lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.
Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negative. Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang, Malaysia. Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia , Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia .. Ternyata saat Patoppoi mendapat buku Cancer, Yet They Live edisi revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia, yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta Timur, telp. 021-4894754, 4894786, 4897686 dan di Buduran, Sidoarjo.
Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita, kata Boni. Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia, sekitar 40-60 Ringgit Malaysia, lanjut Boni. Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. tambahnya.
Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat aebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya ini. Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.
Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia .. Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai ter-kun atau dokter-dukun. Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern, kata dokter tersebut. Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut.
Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi, sambung Boni sambil tertawa.
Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan. Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis.
Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel Obat Kanker bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no. 5, Jakarta Timur, telp : 021-4894754, 4894786, 4897686
Catatan :
Informasi ini didapat dari email nya Pak Parto Wiryono (Priyantun TIRTOMOYO Wonogiri yang sekarang bekerja di Kota Chatuchak (Chatuchak/Bangkok Utara kalau di Jakarta ya Kelurahan Papanggo gitulah – Bangkok – Thailand) Disini lho tempat-nya, semoga nanti saya bisa ketemu Pak Parto disana, numpak sepur apik ….. Kunjungi juga web kecamatan Tirtomoyo di http://www.tirtomoyo.wonogiri.org
———————————-
————————————————
Khasiat Tanaman Keladi Tikus
July 1st, 2009
Tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat yang lembab yang tidak terkena matahari langsung. Tanaman berbatang basah ini biasanya tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Bentuk daunnya bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar. Umbinya berbentuk bulat rata sebesar buah pala.
Tanaman ini pertama kali di diriset sebagai tanaman obat oleh ahli dari Malayia, Prof Dr.Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD yang juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Sejak tahun 1995 Prof. Chris Teo meneliti tanaman ini, hasilnya menunjukan Ekstrak Typhonium Flageffiforme dan campuran bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah. Ramuan ini akan semakin baik bila diberikan bersama-sama dengan bahan herba lain, seperti sambiloto, temu putih dan rumput mutiara. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. Kombinasi ketiga zat dalam campuran ramuan tersebut memproduksi mediator yang menstimulasi penguatan sel dalam sistem kekebalan tubuh untuk memberantas sel kanker.
Beberapa tahun kemudian, khasiat Keladi Tikus menjadi perbincangan hangat di kalangan ahli pengobatan alami maupun kimia. Apalagi mulai ditemukannya pasien yang sembuh dari penyakit kanker karena mengkonsumsi tanaman ini. Seperti yang diceritakan oleh Drs. Pattopai, pensiunan Departemen Pertanian yang juga menjadi orang pertama yang menemukan tanaman ini di Indonesia.
Pria ini memiliki istri yang menederita kanker payudara stadium III dan menjalani kemoterapi. Rasa tersiksa usai menjalani kemoterapi kerap dialaminya, kemudian Pattopai mencari obat alternatif sampai ke Malaysia. Di Malaysia tanpa sengaja ia menemukan sebuah buku yang membahas tentang khasiat tanaman keladi tikus karya Prof. Chris Teo. Setelah kembali ke Indonesia ia segera mencari tanaman tersebut yang akhirnya ia dapat di Pekalongan, Jawa Tengah.
Setetelah itu ia meracik tanaman tersebut sesuai yang dianjurkan dalm buku tersebut dan anjuran langsung Prof. Chris Teo. Setelah mengkonsumsi ramuan tersbut perlahan istri Pattopai mulai mengalami penurunan efek samping kemoterapi. Rambutnya tidak lagi rontok dan nafsu makannya kembali. Setelah tiga bulan pengobatan, Pattopai memeriksakan istrinya ke dokter dan hasilnya negatif kanker.
Namun beberapa kalangan mengingatkan penggunaan tanaman obat ini. Mereka memang tidak ragu akan khasiatnya. Di Cina tanaman ini di teliti oleh Zhong Z, Zhou G, Chen X, dan Huang P dari Guangxi Institute of Traditional Medical and Pharmaceutical Sciences, Nanning. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek farmakologisnya. Diketahui bahwa ekstrak air dan alkohol dari Typhonium flagelliforme mempunyai efek mencegah batuk, menghilangkan dahak, analgesik, bersifat sedatife dan antiinflamasi, dan bersifat sedatif. Pada konsentrasi 720 g/kg ekstrak air, 900 g/kg ekstrak alkohol dan 3240 g/kg ekstrak ester tanaman ini dapat meracuni tubuh.
Lain lagi menurut Angela Riwu Kaho PhD, Ahli Kimia Natural peniliti zat anti tumor dari Ohio State University, ekstrak Typhonium flagelliforme memang mengandung zat anti kanker namun konsentrasinya lemah. Hasil penelitiannya ini pernah di publikasikan di jurnal kesehatan Phytotheraphy Research pada Mei 2001.(disarikan dari berbagi sumber, yayat)
sumber : http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=2630
—————–
———————————-
Keladi Tikus-harapan baru penderita kanker
August 22nd, 2009
Keladi Tikus – Rodent Tuber mmempunyai nama latin Typhonium Flagelliforme merupakan tanaman obat. Dalam bahasa Cina Keladi Tikus disebut Lioshu Yu. Sedangkan di Indonesia penyebutan tanaman ini sangat beragam. Di sebagian daerah di pulau Jawa misalnya, Keladi Tikus sering disebut dengan Talas Kunting.
Keladi Tikus mengandung zat yang dapat mengaktifkan fungsi sel darah dengan memproduksi mediator, sehingga merangsang dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Di Malaysia Keladi Tikus dipakai sebagai obat penyembuh penyakit kanker yang penggunaannya disarankan dilakukan berdampingan dengan pengobatan medis seperti kemoterapi (chemotherapy) atau radioterapi (radiotherapy). Pada penderita kanker stadium lanjut penggunaan sari Keladi Tikus telah menunjukkan hasil yang sangat positip. Keladi Tikus dapat mengatasi efek sampingan dari chemotheraphy, seperti rambut rontok, mual, perasaan tidak nyaman dan berkurangnya nafsu makan.
Ciri Tanaman
Keladi Tikus termasuk golongan rerumputan yang bentuknya menyerupai talas tumbuh berumpun di alam bebas pada tanah gembur, lembab dan teduh. Di pulau Jawa Keladi Tikus banyak ditemukan di hampir semua tempat baik dataran tinggi maupun dataran rendah. Tanaman Keladi Tikus yang baru tumbuh, daun biasanya berbentuk bulat sedikit lonjong. Daun daun berikutnya mulai meruncing seperti daun talas. Keladi Tikus yang sudah tua daunnya hijau halus berujung runcing menyerupai anak panah. Bunga berwarna putih kekuningan dan kelopaknya menyerupai ekor tikus. Akarnya berwarna putih membesar membentuk umbi. Tinggi tanaman dewasa 10 s/d 20 cm (yang berkualitas bagus) dengan berat 10 s/d 20 gram setiap rumpun. Umbi Keladi Tikus berbentuk bulat londong. Untuk tanaman dewasa yang siap digunakan diameter umbi antara 1 cm s/d 2 cm. Tanaman ini juga banyak dijumpai tumbuh di parit-parit (tanah berair) dan sangat subur. Pada sawah sawah di beberapa daerah Keladi Tikus bahkan banyak tumbuh diantara padi. Sehingga setiap saat harus dihilangkan / dibasmi karena sangat mengganggu pertumbuhan padi. Keladi Tikus yang tumbuh di tempat demikian tingginya bisa mencapai 40 cm dengam diameter umbi sampai 4 cm. Untuk pengobatan Keladi Tikus yang demikian kualitasnya sangat rendah.
Tanaman Keladi Tikus biasanya banyak ditemukan pada musim hujan. Pada musim kemarau daun Keladi Tikus menghilang. Sedang umbi tetap bertahan di dalam tanah yang akan tumbuh kembali pada saat musim hujan tiba. Dalam pencarian umbi Keladi Tikus berkualitas untuk tujuan pengobatan hendaknya dipilih waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk pengambilan umbi adalah akhir musim hujan sampai pertengahan musim kemarau. Waktu waktu setelah itu proses pembusukan umbi sudah mulai terjadi, dimana pada awal musim hujan tanaman mulai membentuk umbi baru. Tanda umbi yang berkualitas rendah bila saat dibelah kadar tepungnya sudah mulai berkurang dimana umbi lebih banyak berair. Waktu pencarian ini bagi mereka yang membutuhkan umbi Keladi Tikus dalam jumlah cukup banyak tentu menjadi masalah. Karena waktu pencarian cukup sempit. Jalan keluar untuk menanggulangi hal ini adalah dengan budi daya sendiri. Tentang budi daya Keladi Tikus Anda dapat membaca di halaman budi daya dalam web site ini.
Hindari Kekeliruan
Terdapat tumbuhan yang mirip dengan Keladi Tikus yaitu Typhonium trilobatum. Typhonium trilobatum dalam literatur obat Cina disebut Half Summer. Typhonium trilobatum daunnya berombak dan berwarna hujau agak pudar. Dibagian ujung daun yang masih kuncup berwarna keunguan dan akarnya berwarna coklat tua. Kelopak bunga Typhonium trilobatum melebar menyerupai lidah serta berwarna ungu. Typhonium trilobatum mengandung zat yang bersifat racun. Karena itu hindarilah kekeliruan.
Bila Anda belum familiar betul dengan Keladi Tikus saat mencari tanaman dari alam bebas, hendaknya tidak langsung mengkonsumsinya. Letakkan tanaman tersebut pada tempat penyimpanan terlebih dahulu untuk memastikan apakah tanaman yang didapat sudah benar dan tidak terjadi kekeliruan. Cara lain untuk menghindari kekeliruan adalah dengan budidaya sendiri. Karena dengan budidaya sendiri Anda dapat melihat bunga atau cici-ciri lainnya secara lebih teliti.
Tempat penyimpanan
Penyimpanan Keladi Tikus ditempat penyimpanan tidak boleh lebih dari 6 minggu karena akan mengurangi kualitas secara signifikan.
Penyimpanan ini hanya untuk mereka yan ingin menkonsumsi Keladi Tikus segar (juice).
Bila Anda mengambil Keladi Tikus di alam bebas dengan jumlah banyak (untuk daerah-daerah tertentu sangat dimungkinan), maka Anda membutuhkan tempat untuk menyimpan agar tanaman tidak rusak (membusuk). Dari tempat penyimpanan tersebut Anda dapat mengambil menurut kebutuhan setiap hari (150 gr). Tempat meyimpan ini selain berfungsi sebagai pengawetan juga untuk menghindari kekeliruan.
Cara menyiapkan tempat penyimpanan
1. Siapkan tanah yang cukup kena sinar matahari dengan luas sesuai kebutuhan (sinar matahari langsung lebih baik) .
2. Gali tanah tersebut dengan kedalaman sekitar 7 cm.
3. Masukkan kompos – pupuk kandang dalam galian setebal antara 1 s/d 2 cm dan ratakan
4. Potonglah tangkai/daun Rodent Tuber sedemikian, sehingga dari umbi, tangkai daun masih tersisa 2 s/d 3 cm
5. Letakkan umbi di atas kompos dengan jarak 1 cm satu sama lainnya dengan tangkai diatas. Jangan sampai tumpang tindih.
6. Tutuplah umbi/galian tersebut dengan kompos baru sampai rata dengan tanah.
7. Siram penyimpanan setiap hari
Dalam waktu 1 s/d 2 minggu umbi akan tumbuh kembali dan dengan demikian umbi-umbi tersebut tidak akan rusak. Anda dapat mengambilnya setiap hari sesuai kebutuhan. Dan dengan cara ini Anda dapat menyimpan Keladi Tikus dewasa sebanyak lebih dari 1500 dalam tiap 1 meter perseginya.
Sekitar 2 s/d 3 minggu tanaman yang disimpan sudah mulai berbunga. Guna menghindari kekeliruan, untuk konsumsi ambillah hanya tanaman yang telah berbunga (dengan bunga yang benar).
Apabila dalam tempat penyimpanan Anda mendapatkan tanaman yang salah (misalnya kelopak bunga berwarna ungu) Anda harus langsung membuangnya agar tidak ikut terkonsumsi.
————————–
Keladi Tikus-harapan baru penderita kanker
August 22nd, 2009
Keladi Tikus – Rodent Tuber mmempunyai nama latin Typhonium Flagelliforme merupakan tanaman obat. Dalam bahasa Cina Keladi Tikus disebut Lioshu Yu. Sedangkan di Indonesia penyebutan tanaman ini sangat beragam. Di sebagian daerah di pulau Jawa misalnya, Keladi Tikus sering disebut dengan Talas Kunting.
Keladi Tikus mengandung zat yang dapat mengaktifkan fungsi sel darah dengan memproduksi mediator, sehingga merangsang dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Di Malaysia Keladi Tikus dipakai sebagai obat penyembuh penyakit kanker yang penggunaannya disarankan dilakukan berdampingan dengan pengobatan medis seperti kemoterapi (chemotherapy) atau radioterapi (radiotherapy). Pada penderita kanker stadium lanjut penggunaan sari Keladi Tikus telah menunjukkan hasil yang sangat positip. Keladi Tikus dapat mengatasi efek sampingan dari chemotheraphy, seperti rambut rontok, mual, perasaan tidak nyaman dan berkurangnya nafsu makan.
Penelitian keladi tikus, Sejarah keladi Tikus keladi tikus, Lioshu Yu, Talas Kunting.
July 1st, 2009
Tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat yang lembab yang tidak terkena matahari langsung. Tanaman berbatang basah ini biasanya tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Bentuk daunnya bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar. Umbinya berbentuk bulat rata sebesar buah pala.
Tanaman ini pertama kali di diriset sebagai tanaman obat oleh ahli dari Malayia, Prof Dr.Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD yang juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Sejak tahun 1995 Prof. Chris Teo meneliti tanaman ini, hasilnya menunjukan Ekstrak Typhonium Flageffiforme dan campuran bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah. Ramuan ini akan semakin baik bila diberikan bersama-sama dengan bahan herba lain, seperti sambiloto, temu putih dan rumput mutiara. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. Kombinasi ketiga zat dalam campuran ramuan tersebut memproduksi mediator yang menstimulasi penguatan sel dalam sistem kekebalan tubuh untuk memberantas sel kanker. Read more…
Khasiat Keladitikus, Penelitian keladi tikus, Sejarah keladi Tikus keladi tikus
———————————————
Keladi Tikus, Tanaman Pengusir Kanker : Suara Merdeka
August 28th, 2009
INDONESIA dikaruniai kekayaan tanaman obat (herba), mungkin ribuan spesies. Salah satunya yang dibutuhkan masyarakat adalah keladi tikus (Typhonium flagelliforme) dan termasuk dalam famili Araceae.
Namanya memang belum setenar herba lainnya seperi sambiloto, temu putih, temu lawak, dan mengkudu. Tetapi keladi punya khasiat luar biasa bagi dunia pengobatan, karena dapat mengusir kanker dan berbagai penyakit berat lain. Di luar negeri, keladi tikus disebut sebagai rudent tuber.
Read more…
adminkeladitikus Fakta Keladi tikus, Keladi Tikus Dalam berita
Keladi Tikus-harapan baru penderita kanker
August 22nd, 2009
Keladi Tikus – Rodent Tuber mmempunyai nama latin Typhonium Flagelliforme merupakan tanaman obat. Dalam bahasa Cina Keladi Tikus disebut Lioshu Yu. Sedangkan di Indonesia penyebutan tanaman ini sangat beragam. Di sebagian daerah di pulau Jawa misalnya, Keladi Tikus sering disebut dengan Talas Kunting.
Keladi Tikus mengandung zat yang dapat mengaktifkan fungsi sel darah dengan memproduksi mediator, sehingga merangsang dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Di Malaysia Keladi Tikus dipakai sebagai obat penyembuh penyakit kanker yang penggunaannya disarankan dilakukan berdampingan dengan pengobatan medis seperti kemoterapi (chemotherapy) atau radioterapi (radiotherapy). Pada penderita kanker stadium lanjut penggunaan sari Keladi Tikus telah menunjukkan hasil yang sangat positip. Keladi Tikus dapat mengatasi efek sampingan dari chemotheraphy, seperti rambut rontok, mual, perasaan tidak nyaman dan berkurangnya nafsu makan.
adminkeladitikus Penelitian keladi tikus, Sejarah keladi Tikus keladi tikus, Lioshu Yu, Talas Kunting.
July 2nd, 2009
TANAMAN OBAT – KELADI TIKUS
Typhoniumflagelliforme (Lodd) BL.
KLASIFIKASI : Tanaman Keladi Tikus disebut typhonium flagelliforme (Lodd.) Bl. atau Typhoniumdivaricum (L .) Decne termasuk ke dalam famili tumbuhan Araceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bira kecil , daun panta susu , kalamayong, ileus, ki babi, trenggiling mentik, nama asingnya rodenttuber.
SIFAT KIMIA : Hasil penelitian dari berbagai lembaga dan perguruan tinggi di Malaysia dan beberapa negara menunjukkan bahwa sari tanaman (juice) ini dapat menghancurkan sel kanker. Hasil penelitian menunjukan : Membunuh / menghambat pertumbumbuhan sel kanker, menghilangkan efek buruk khemoterapi, bersifat anti virusdan anti bakteri.
adminkeladitikus Fakta Keladi tikus, Khasiat Keladitikus keladi tikus, Typhoniumflagelliforme
Keladi Tikus: Tanaman Ajaib Penyembuh Kanker
July 1st, 2009
Satu lagi tanaman ajaib ditemukan di Indonesia. Namanya “keladi tikus”. Ia terbukti bisa membunuh berbagai jenis sel kanker dalam waktu relatif singkat. Di Malaysia, tanaman ini sudah dikembangkan oleh seorang profesor ahli kanker dan telah berhasil membantu ribuan pasien di seluruh dunia.
Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman “keladi tikus” (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain. Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 sentimeter ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. “Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,” kata Drs Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia. Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H. Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia.
Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia. Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Read more…
adminkeladitikus Fakta Keladi tikus
July 1st, 2009
Tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat yang lembab yang tidak terkena matahari langsung. Tanaman berbatang basah ini biasanya tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Bentuk daunnya bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar. Umbinya berbentuk bulat rata sebesar buah pala.
Tanaman ini pertama kali di diriset sebagai tanaman obat oleh ahli dari Malayia, Prof Dr.Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD yang juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Sejak tahun 1995 Prof. Chris Teo meneliti tanaman ini, hasilnya menunjukan Ekstrak Typhonium Flageffiforme dan campuran bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah. Ramuan ini akan semakin baik bila diberikan bersama-sama dengan bahan herba lain, seperti sambiloto, temu putih dan rumput mutiara. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. Kombinasi ketiga zat dalam campuran ramuan tersebut memproduksi mediator yang menstimulasi penguatan sel dalam sistem kekebalan tubuh untuk memberantas sel kanker. Read more…
adminkeladitikus Khasiat Keladitikus, Penelitian keladi tikus, Sejarah keladi Tikus keladi tikus
————————-
——————————————–
TOKO TEMPAT BELI OBAT
“ TENTANG KAMI “
Monday, 02 February 2009
Tokoislam.info merupakan sebuah toko yang berbasis online store yang menyediakan berbagai kebutuhan untuk para muslim maupun non muslim.
Produk yang kami jual diantaranya ada Herbal dan sebagainya yang InsyaAllah akan selalu kami Update.
Sistem Kerja tokoislam.info disamping stock barang dirumah kami juga bekerjasama dengan beberapa distributor untuk lebih menunjang kinerja online store ini sehingga terkadang barang yang anda inginkan harus di pesan terlebih dahulu ke distributor yang menyediakannya.
Dalam harga dan kualitas kami berusaha untuk meberikan service yang terbaik bagi pelanggan sekalian.
tokoislam.info :
Jl.Pendul No 106,Kp.Sepatan,Rt.01.Rw.02 Sepanjang Jaya Rawa Lumbu,Bekasi.